Delegasi Bisnis Belt and Road COVNA – Kunjungan Jepang
Dilihat: 0 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 02-11-2019 Asal: Lokasi
Di dunia sekarang ini, gelombang globalisasi ekonomi telah melanda banyak perusahaan. Dengan terus meningkatnya konflik dagang, banyak dunia usaha yang merasakan dampaknya, sehingga menjadi sebuah peringatan bagi kita. Sebagai perusahaan berkembang, COVNA harus mematuhi strategi menggabungkan 'mendatangkan dan mengeluarkan,' terus belajar, berinovasi, dan berani berekspansi ke pasar internasional untuk beradaptasi dengan lingkungan pasar yang terus berubah.
Jepang adalah rumah bagi sejumlah besar perusahaan berusia satu abad di dunia. Mengapa perusahaan Jepang bisa berumur panjang? Mengapa, di era persaingan yang ketat dalam bidang teknologi dan bakat, perusahaan-perusahaan pengrajin Jepang bersikeras untuk tetap berpegang pada cara-cara tradisional mereka dan bukannya mengikuti tren modern secara membabi buta? Mengapa mereka dengan cermat membuat setiap produk seolah-olah itu adalah sebuah karya seni, menunjukkan dedikasi dan ketekunan yang tiada habisnya? Bagaimana mereka menyeimbangkan inovasi dengan tradisi dan mempertahankan daya saing mereka di pasar yang terus berubah?
Dengan pola pikir belajar, Delegasi Bisnis Sabuk dan Jalan COVNA berkelana ke Jepang, mengunjungi perusahaan-perusahaan berusia seabad untuk menyaksikan secara langsung bagaimana pengrajin sejati memupuk semangat keahlian!
Mengapa Kami Mengeksplorasi Semangat Keahlian di Jepang?
Menurut statistik, Jepang memiliki 3.146 perusahaan yang telah menjalankan bisnisnya selama lebih dari 200 tahun, menjadikannya negara dengan perusahaan yang paling lama berdiri di dunia. Mengapa begitu banyak bisnis yang berumur panjang berkumpul di Jepang? Apa rahasia umur panjang mereka? Jawabannya terletak pada semangat pengerjaan!
• Di Jepang, 7 perusahaan telah berdiri selama lebih dari 1.000 tahun,
• 32 perusahaan telah berdiri selama lebih dari 500 tahun,
• 3.146 perusahaan telah melampaui 200 tahun,
• Lebih dari 50.000 perusahaan memiliki sejarah lebih dari 100 tahun.
Di antara perusahaan-perusahaan yang sudah lama berdiri, 89,4% adalah usaha kecil dan menengah dengan jumlah karyawan kurang dari 300 orang. Bahkan dari angka-angka sederhana ini kita bisa melihat mengapa semangat craftmanship di Jepang perlu digali.
1. Toyota
Toyota adalah salah satu dari sepuluh produsen mobil terbesar di dunia dan terbesar di Jepang. Didirikan pada tahun 1933, Toyota secara bertahap melampaui General Motors sejak tahun 2008, menjadi produsen mobil terbesar di dunia. Toyota juga merupakan perusahaan mobil paling menguntungkan secara global dan tercepat dalam kecepatan produksi, dengan laporan yang menyatakan bahwa merakit mobil hanya membutuhkan waktu 85 detik.
Selama kunjungan kami ke Toyota, kami merasakan secara langsung pendekatan yang cermat dan manusiawi terhadap manajemen produksi di perusahaan kelas dunia. Keberhasilan Toyota sebagian besar disebabkan oleh sistem lean manufacturing yang unik dan rantai pasokan suku cadang otomotif yang komprehensif, sehingga memungkinkannya mempertahankan keunggulan kompetitif dengan biaya terendah dan efisiensi tertinggi.
2. Pabrik Bir Asahi
Didirikan pada tahun 1889, Asahi Breweries terletak di Nagoya, Jepang. Perusahaan ini menguasai 40% pangsa pasar di industri bir Jepang dan merupakan salah satu produsen bir paling terkenal di dunia, dengan basis produksi di seluruh dunia. Asahi memproduksi berbagai merek bir yang disesuaikan dengan konsumen berbeda, termasuk Asahi Draft Beer, Fuji-san, Silky, Kuronama (Black Beer), dan Super Dry.
Untuk beradaptasi dengan lingkungan bisnis yang berubah dengan cepat, Asahi Breweries berkomitmen untuk meningkatkan tata kelola perusahaan dengan memperkuat manajemen grup, meningkatkan transparansi bisnis, dan menumbuhkan kepercayaan dengan pemangku kepentingan. Inisiatif-inisiatif ini memungkinkan perusahaan untuk tetap kompetitif dan bertanggung jawab secara sosial di pasar yang terus berkembang.
3. OMRON
Didirikan pada 10 Mei 1933, OMRON terus menciptakan tuntutan sosial baru dan telah berkembang menjadi produsen peralatan elektronik dan kontrol otomasi yang diakui secara global. Perusahaan ini memiliki teknologi sensor dan kontrol terdepan di dunia.
Filosofi Inti:
'Perusahaan hadir untuk berkontribusi kepada masyarakat.' Keyakinan ini mendefinisikan tujuan dan warisan OMRON. Menurut pendirinya Kazuma Tateishi, sebuah perusahaan hanya dapat mempertahankan dirinya jika menciptakan nilai bagi masyarakat, menghasilkan keuntungan, dan terus berkembang. Filosofi ini telah diturunkan dari generasi ke generasi di OMRON.
Selain itu, OMRON dikenal dengan kebijakan ketenagakerjaan yang inklusif, secara aktif mempekerjakan penyandang disabilitas dan memberikan mereka kesempatan kerja yang setara. Praktik ini mencerminkan komitmen perusahaan terhadap tanggung jawab sosial dan etika perusahaan.
Tentu saja, ini hanyalah gambaran sekilas tentang apa yang dialami oleh Delegasi Bisnis Belt and Road COVNA di Jepang. Jika Anda ingin berkeliling dunia, mengunjungi perusahaan papan atas, dan mempelajari praktik manajemen dan produksi tingkat lanjut, kami mengundang Anda untuk bergabung dengan kami!
Kami berharap dapat menyambut lebih banyak perusahaan untuk berpartisipasi dalam Delegasi Bisnis Belt and Road COVNA dan memulai perjalanan globalisasi merek bersama kami!